Langsung ke konten utama

Bandung, Hujan Malam itu



Hujan jatuh,

tanpa terburu, seperti ingin berkata sesuatu.

Jalanan lengang memantulkan bayang,

dan lampu-lampu kecil tampak lelah menunggu pagi.


Aku duduk, mendengar Bandung bercerita,

dalam bisik gemericik di kaca jendela.

Hujan ini, katamu,

adalah puisi yang tak pernah selesai kutulis.


Ada dingin yang tak hanya dari angin,

ada rindu yang tak hanya dari malam.

Bandung tenggelam pelan-pelan,

di antara rintik dan bayangmu yang samar.


Dan di hujan malam itu,

aku belajar lagi cara melupakan—

dengan mendengarkan Bandung,

yang menangis dalam sunyinya sendiri.


Komentar

Postingan populer dari blog ini

LO MAU JADI APA?

        setiap kali bicara soal cita-cita yang pasti pertama muncul di pikiran lo adalah profession, hobby, ambition. ternyata semua yang ada dipikiran lo itu ngga ada hubungannya dengan definisi cita-cita itu sendiri, mungkin ada sih tapi ngga banyak, kenapa gua ngomong seperti itu?. Karena, kita hidup di konsep yang dari kecil itu sudah gak tepat,coba lo inget-inget lagi ketika saat lo kecil lo akan selalu ditanya cita-citanya apa? kalo udah gede mau jadi apa? dan ketika kita menjawab misalnya "saya kalo udah gede mau jadi dokter, president, atau yang lain" apakah orang tua kita akan memikirkan serius tentang apa yang kita omongkan? apakah orang yang nanya kepada kita akan memikirkan lo akan jadi seperti yang lo cita-citakan saat itu? nggak akan paling mereka hanya bilang "Wah bagus cita-citanya" jadi mereka cuma nanya cita-cita kepada anak nya hanya supaya anaknya akan di pandang tinggi atau dipandang pinter doang, jadi ketika lo ditanya tentan...